Tsiqah
Yang
dimaksud dengan tsiqah adalah orang yang memiliki sifat ‘adalah, sempurna
dhabt dan itqan-nya.
‘Adalah
‘Adalah
merupakan sebuah ibarat untuk menjelaskan bahwa seorang perawi senantiasa
memegang teguh sifat jujur, amanah, dan taqwa, dan terhindar dari syirik, bid’ah,
kefasiqan, kefajiran, dan hal-hal yang menjatuhkan marwah.
Dhabt
dan Itqan
Maksudnya
adalah mendengarnya seorang perawi, memahaminya dengan pemahaman yang sempurna,
menghapalnya secara sempurna tanpa ada keraguan, dan menetapi hal-hal tersebut
sejak saat mendengar sampai pada saat menyampaikan (meriwayatkan).
‘Adil
Adalah
muslim, baligh, berakal, yang senantiasa melaksanakan ibadah-ibadah fardhu,
menjauhi dosa-dosa besar, tidak membiasakan melakukan dosa-dosa kecil, dan
memiliki adab dan akhlak yang bagus dan kebiasaan yang baik.
Dhabith
Adalah
orang menghapal hadits-hadits yang dihapalnya dengan sempurna dalam dadanya (shadr)
dimana dia bisa mengucapkannya dengan benar kapan pun dia ingin
meriwayatkannya (ini disebut dhabth Shadri). Atau orang yang menjaga haditsnya dalam kitabnya yang di
dalamnya tercantum hadits-haditsnya, dan menjaganya dari hilang, perubahan, kerusakan,
dan lainnya (ini disebut Dhabth Kitabi) .
Seseorang pada umumnya diketahui
kedhabithannya dengan kesesuaian riwayatnya dengan riwayat para perawi
tsiqah yang dhabith baik dalam lafazh atau maknanya.
Sahabat
Yang
dimaksud sahabat Nabi صلىّ الله عليه وسلم adalah setiap orang Islam yang bertemu dengan Nabi صلىّ
الله عليه وسلم dalam
keadaan beriman dan meninggal dalam kondisi beriman.
Semua
sahabat itu tsiqah dan adil, kemajhulan[1]
mereka tidak berpengaruh kepada kesahihan hadits.
Tabi’in
Yang
dimaksud dengan tabi’in adalah orang-orang yang bertemu dengan sahabat Nabi
dalam kondisi beriman dan meninggal juga dalam kondisi beriman.
Periwayatan
tabi’in diterima dengan syarat tsiqah.
Tabi’
Tabi’in
Adalah
orang-orang yang bertemu tabi’in.
Sama
seperti tabi’in, periwayatan mereka diterima dengan syarat tsiqah.
diadaptasi dari al Fushul fi Mustallah hadits ar-Rusul, Syaikh hafizh Tsanaullah az-Zahidi.
No comments:
Post a Comment